LATEST

13 November, 2022

What a Hopeful Voyage: Sebuah Nyanyian Syukur yang Menyatukan Keindahan Alam dan Harapan

 



Di balik kesuksesan Genshin Impact, salah satu unsur yang paling mendapat apresiasi dari para pemain di seluruh dunia adalah musiknya. Setiap soundtrack dalam permainan ini dirancang bukan hanya sebagai pengiring petualangan, tetapi juga sebagai media untuk membangun emosi, memperkuat cerita, dan menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam.

Salah satu lagu yang memiliki nuansa berbeda adalah What a Hopeful Voyage, yang berasal dari album peringatan The Shimmering Voyage, dirilis untuk merayakan perjalanan awal Genshin Impact sejak versi 1.0. Lagu ini diciptakan oleh Yu-Peng Chen bersama tim HOYO-MiX, yang dikenal sebagai pencipta berbagai komposisi orkestral berkualitas tinggi dalam dunia Genshin Impact.

Berbeda dengan soundtrack yang menggambarkan peperangan atau petualangan epik, "What a Hopeful Voyage" menghadirkan suasana yang tenang, penuh rasa syukur, dan sarat harapan. Lagu ini mengajak pendengar berhenti sejenak dari perjalanan panjang untuk merenungkan keindahan alam semesta dan mensyukuri setiap anugerah yang diterima.

Untuk versi paduan suara, lirik bahasa Indonesia dan adaptasi puisi bahasa Inggris dikerjakan oleh AN. Adaptasi tersebut tidak sekadar menerjemahkan kata demi kata, tetapi berhasil mempertahankan pesan, keindahan, dan nuansa emosional dari karya aslinya.

SEBUAH LAGU TENTANG RASA SYUKUR
Sejak bait pertama, lagu ini mengajak pendengar memandang matahari pagi sebagai lambang harapan baru.

"Kusyukuri mentari pagi. Yang membawa gembira dan asa"

Matahari dalam lagu ini bukan sekadar benda langit, melainkan simbol kehidupan, kesempatan baru, dan pengharapan. Setiap hari dipandang sebagai anugerah yang membawa sukacita serta kesempatan untuk memulai kembali.

Lirik tersebut kemudian memperluas cakupan rasa syukur dengan menyebut bumi, lautan, dan langit. Alam digambarkan sebagai satu kesatuan yang menerima berkat Sang Pencipta tanpa membeda-bedakan makhluk yang hidup di dalamnya.

Pada bait berikutnya, perhatian beralih kepada bulan dan bintang.

"Kusyukuri bulan dan bintang, yang bertahta di penghujung hari"

Jika matahari melambangkan semangat menjalani kehidupan, maka bulan dan bintang menjadi lambang penghiburan ketika malam tiba. Cahaya mereka diibaratkan sebagai pelita yang menerangi hati manusia di tengah kegelapan, mengingatkan bahwa harapan tetap ada bahkan ketika dunia terasa gelap.

PUNCAK REFLEKSI SPIRITUAL
Bagian paling menyentuh terdapat pada bagian tengah lagu.

"O, segenap ruang dan Waktu dan semesta,
dengar kubergita, jiwaku memuja sang pencipta"

Di sinilah lagu berkembang dari sekadar rasa syukur terhadap alam menjadi sebuah doa dan pujian. Penyanyi tidak lagi hanya mengagumi ciptaan, tetapi mengarahkan seluruh pujian kepada Sang Pencipta.

Ungkapan "ruang dan waktu" memperluas perspektif lagu. Alam semesta digambarkan sebagai saksi pujian manusia kepada Tuhan. Pendekatan seperti ini mengingatkan pada banyak mazmur dalam Alkitab yang mengajak seluruh ciptaan memuliakan Allah.

Walaupun berasal dari sebuah permainan video, pesan universal tentang rasa syukur membuat lagu ini dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa kehilangan nilai spiritualnya.

PESAN YANG BERSIFAT UNIVERSAL
Walaupun lahir dari dunia Genshin Impact, What a Hopeful Voyage menyampaikan pesan yang melampaui batas permainan itu sendiri. Lagu ini berbicara tentang rasa syukur, penghargaan terhadap alam, pengharapan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta—tema-tema yang bersifat universal dan relevan bagi siapa pun.

What a Hopeful Voyage membuktikan bahwa musik dari sebuah video game dapat memiliki kualitas artistik yang setara dengan karya-karya musik konser. Lebih dari sekadar soundtrack, What a Hopeful Voyage adalah sebuah puisi musikal yang mengajak setiap pendengarnya memandang alam dengan rasa kagum, menjalani hidup dengan penuh harapan, dan mengangkat syukur kepada Sang Pencipta atas setiap anugerah yang diberikan.

"What a Hopeful Voyage" from Genshin Impact's Version 1.0 Commemorative OST album "The Shimmering Voyage" Composed by Yu-Peng Chen @HOYO-MiX.
Indonesian lyrics and English poem by AN
(Choir Rendition by Gerry Fernando)

Indonesian:
Kusyukuri mentari pagi
Yang membawa gembira dan asa
Memberkati segala makhluk
Di buana, samudera, angkasa

Kusyukuri bulan dan bintang
yang bertahta di penghujung hari
Menerangi setiap insan
Bagai dian dalam sanubari

O, segenap ruang dan waktu
dan semesta
dengar kubergita
jiwaku memuja
sang pencipta

Kusyukuri bumi yang asri
yang hidupi setiap manusia
sampaikanlah ini madahku
ke hadirat Tuhan yang esa

English:
I give my thanks for the morning sun
That brings joys and hopes none can deny
Blessing all creatures now and bygone
On earth, in the sea, and in the sky

I give my thanks for the moon and the stars
Enthroned at the closing of the day
A guiding light, boon of tearful souls
And lanterns lest our hearts drift astray

Oh, ye who dwell in space and time and the universe
Hear now, my spirit sings
With gladness thus I raise
My tunes of praise

I give my thanks for the verdant earth
And its abundance for all humanity
These songs of mine, do carry them forth
And present them to the Almighty



No comments:

Post a Comment